Apa Itu Latihan Cardio?

Cardio merupakan olahraga yang memicu jantung untuk berdetak lebih kencang antara 60% hingga 85% dari denyut jantung pada keadaan normal. Tak hanya itu, cardio juga menjadi olahraga yang efektif untuk membakar lemak. Wajar bila sebagian orang memilih olahraga cardio dalam program penurunan berat badan. Mari kita bahas jenis-jenis cardio yang umum dilakukan, manfaat latihan cardio, dan cara untuk melakukan cardio dengan benar supaya capeknya nggak sia-sia 🙂

Yuk, kita bahas satu per satu.

 

Jenis-jenis cardio

Berlari
berlari
Tahukah Anda berapa lemak yang dibakar saat Anda berlari? Jangan sampai Anda berlari tanpa tahu ‘reward’ apa yg Anda peroleh. Dengan berlari selama setengah jam, Anda sudah membakar 256-403 tergantung itensitas lari. Wah, lumayan bukan? Perlu Anda ketahui, berlari merupakan olahraga yang paling mudah dilakukan. Anda tidak perlu menggunakan peralatan khusus, bisa dilakukan di mana saja, dan tidak butuh teman latihan. Gunakan sepatu lari yang nyaman untuk menghindari cedera telapak kaki. Selain itu, hindari jajan setelah berlari hanya karena merasa Anda sudah membakar banyak kalori, bisa-bisa kalori yang masuk lebih banyak daripada yg sudah dibakar, apalagi kalau jajan goreng-gorengan.



Bersepeda
bersepeda
Daripada menggunakan kendaraan bermesin, akan lebih baik Anda menggunakan sepeda untuk ke sekolah atau ke kantor, seperti halnya di Jepang. Bahkan, bersepeda sudah menjadi gaya hidup penduduknya. Tidak hanya mengurangi polusi udara, bersepeda juga dapat membakar kalori sekitar 500 sampai 1000 kalori per jam. Olahraga bersepeda cocok dilakukan bagi Anda yg kurang tahan berlari dalam jangka waktu panjang karena tanpa disadari kalori yang terbakar cukup banyak. Jika sudah kelelahan, Anda dapat mengatur beratnya kayuhan sambil mengumpulkan tenaga kembali

 

Berenang
berenang
Berenang merupakan salah satu olahraga cardio yang dirasa cukup efektif karena melibat semua anggota tubuh termasuk jantung, paru-paru, dan otot. Berapa kalori yang bisa dibakar saat berenang? Sekitar 800 kal/jam. Untuk memaksimalkan kalori yang terbakar, biasakan berenang non-stop selama 5-10 putaran sebelum berhenti sejenak untuk mengambil napas. Batasi juga saat berhenti, sekitar 5-10 menit, supaya tubuh Anda tidak terlalu nyaman dalam kondisi istirahat.
 
Step aerobic
aerobic
Bosan dengan berenang, berlari, dan bersepeda? Jenis cardio lainnya yang umum dilakukan adalah step aerobic yang menggunakan platform sebagai pijakan untuk kaki, pinggul, dan bokong. Sama halnya dengan berenang, melakukan step aerobic per jamnya dapat membakar lemak sekitar 800 kal/jam. Olahraga ini umumnya dilaukan oleh para wanita.

 

Berjalan kaki
berjalan kaki
Olahraga cardio lainnya yang cukup sederhana adalah berjalan kaki. Tahukah Anda, kalau berjalan kaki bisa membakar sekitar 180 kalori setiap 30 menitnya. Dalam hal ini, tidak ada salahnya berjalan cepat atau berjalan di bukit-bukit agar hasilnya lebih maksimal. Dalam keseharian, jika memungkinkan, Anda dapat berjalan kaki ke kantor dari perhentian bus way, berjalan kaki dari kantor ke tempat makan siang, berjalan kaki dari rumah ke pasar. Jika pada hari kerja jadwal Anda sangat padat, sisihkan waktu di akhir pekan untuk berjalan kaki sekitar 30-60 menit di kompleks perumahan, sekalian Anda bersosialisasi dengan tetangga-tetangga sekitar.



Manfaat latihan cardio

Selain bisa menurunkan berat badan, olahraga cardio juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, beberapa di antaranya seperti berikut:

  • Meningkatkan kesehatan jantung. Jantung merupakan organ penting dalam tubuh. Oleh karena itulah mengapa jantung harus selalu dalam kondisi kuat dan prima untuk dapat memompa darah ke seluruh anggota tubuh secara maksimal. Dalam hal ini, cardio menjadi salah satu olahraga yang pas.
  • Meningkatkan metabolisme. Cardio juga bermanfaat untuk meningkatkan kecepatan metabolisme dalam tubuh. Semakin cepat metabolisme dalam tubuh, maka akan semakin mudah pula mengontrol atau menurunkan berat badan.
  • Mencegah penyakit diabetes. Cardio juga bisa meningkatkan kemampuan otot untuk mengurangi glukosa sehingga mampu mengontrol kadar gula darah.

 

Cara melakukan cardio yang benar

Agar mendapatkan manfaat dari olahraga cardio secara maksimal, Anda sangat disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Pemanasan dan pendinginan. Sebelum melakukan olahraga cardio sebaiknya lakukan pemanasan terlebih dahulu untuk meminalisir terjadinya cedera. Setelah melakukan cardio pun Anda disarankan untuk melakukan pendinginan untuk menghindari resiko serangan penyakit jantung atau lainnya.
  • Durasi. Durasi yang ideal untuk olahraga cardio adalah 20 sampai 60 menit per hari. Namun, jika Anda pemula sebaiknya mulai dari 10 menit terlebih dahulu. Setelah merasa nyaman, Anda bisa meningkatkan durasinya.
  • Frekuensi. Untuk pemula, Anda bisa melakukan cardio 3 – 5 kali seminggu. Namun, jika Anda memiliki banyak lemak dalam tubuh dan berniat untuk melangsingkannya, Anda bisa menambahnya menjadi 3 – 7 kali seminggu.
  • Konsumsi makan berprotein. Sebaiknya hindari makan besar sebelum melakukan cardio, akan tetapi Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan berprotein seperti telur rebus sekitar 30 menit sebelum memulai cardio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Serba-Serbi Seputar Sedot Lemak (Liposuction)

Memiliki tubuh proporsional merupakan salah satu impian baik pria maupun wanita. Sayangnya, gara-gara timbunan lemak ...