Terapi Ozon

Pernahkah Anda mendengar atau apakah Anda mengetahui apa itu terapi ozon? Terapi ozon adalah sebuah metode terapi yang dilakukan dengan memberikan gas ozon ke dalam tubuh pasien dengan teknik, metode dan protokol medis. Terapi ini sudah berkembang di Eropa sejak tahun 1950 an. Dalam melakukan terapi ini, dokter membutuhkan gas oksigen (O2) yang diubah menjadi ozon (O3) melalui radiasi sinar ultra violet dan pembangkit gas ozon yang bertegangan tinggi.

Pada awalnya ada banyak orang yang meragukan terapi ozon, apalagi ketika mereka tahu jika terapi ini menggunakan gas ozon yang secara teori sangat berbahaya jika terhirup dan masuk ke dalam sistem pernafasan. Namun, keberhasilan para dokter dalam menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit, seperti jerawat, alergi, anemia, diabetes tipe II, leukemia, bronkritis, kanker, gingivitis, hepatitis, herpes, dan lain sebagainya membuat banyak orang mulai mempercayai dan mau menggunakan jenis pengobatan ini.

terapi ozon

 

Btw, terapi ozon bisa dilakukan dengan beberapa cara:

Ozonisasi air dan minyak

Ini adalah metode terapi dengan memberikan campuran air dan minyak dengan ozon. Pembuatan air atau minyak ozon dilakukan dengan peralatan medis.

Insuflasi gas

Cara yang satu ini dilakukan dengan menyuntikkan gas ozon dengan dosis tertentu melalui kateter dengan menggunakan suit 50 ml.

Direk subkutan dan intrakutan

Dalam metode ini, gas ozon disuntikkan secara langsung ke subkutan (area bawah kulit) dan intrakutan (jaringan dalam kulit).

Direk intramuskuler

Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan gas ozon ke otot dengan dosis tertentu.

 


 

Autohemoterapi mayor

Ini adalah metode terapi dengan mengambil darah pasien menggunakan bloodbag. Transufi yang biasanya digunakan adalah 50-100 ml. Darah kemudian dicampur dengan gas ozon dengan dosis tertentu dan kemudian ditransfusikan kembali ke tubuh pasien.

Autohemoterapi minor

Hampir mirip dengan autohemoterapi mayor, metode ini juga dilakukan dengan mengambil darah pasien terlebih dahulu. Transfusi darah ini dilakukan dengan spuit 20 ml sebanyak 10 ml. Setelah selesai transfusi, darah dicampur dengan gas ozon dengan dosis tertentu dan disuntikkan ke dalam otot pasien.

Terapi eksternal kantong plastik

Cukup aneh mendengar nama metode yang satu ini. Sesuai namanya metode ini dilakukan dengan membungkus bagian tubuh yang akan diobati  dengan plastik dan mengisinya dengan gas ozon.

Terapi eksternal subatmosferik

Terapi ini biasanya dilakukan untuk menyembuhkan luka. Pertama-tama, luka akan dilapisi atau disungkup dengan kaca atau plastik dan kemudian dialiri gas ozon ke dalam luka tersebut secara terus menerus.

Cara-cara di atas dilakukan dengan durasi yang berbeda-beda. Idealnya, untuk autohermoterapi mayor dan minor dilakukan sekitar 40 menit. Sedangkan metode lainnya dilakukan lebih kurang 30 menit.

 

Apa manfaat dari terapi ozon itu sendiri? Tentu ada banyak sekali manfaat dari pengobatan medis yang satu ini, seperti:

  • Meningkatkan metabolisme tubuh dan daya tahan tubuh.
  • Merangsang pertahanan kekebalan tubuh (sistem immune).
  • Meningkatkan kemampuan darah untuk menyerap dan mengangkut lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh.
  • Mempercepat proses penyembuhan luka.
  • Mengoptimalkan fungsi hati dan ginjal.
  • Membunuh semua jenis mikroorganisme jahat: jamur, bakteri dan virus.
  • Membuat kulit tampak lebih segar dan sehat.
  • Menghilangkan plek hitam pada wajah.
  • Menghambat metabolisme sel tumor.


Apa efek samping dari terapi ozon sendiri? Ada beberapa efek samping setelah melakukan terapi ozon, seperti sakit pada dada, sesak nafas, pusing, sakit perut dan lain sebagainya. Efek samping ini dapat diatasi dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang mengandung antioksidan. Lalu, bagaimana dengan orang sehat yang mau menggunakan terapi ozon? Sebenarnya terapi ini tidak begitu dianjurkan untuk orang yang sehat. Tapi mereka boleh saja menggunakannya selama menggunakan gas ozon dengan dosis yang tepat. Tentu saja, terapi ini harus dilakukan oleh para dokter yang sudah berpengalaman.

Bagaimana dengan harga terapi ozon? Cukup terbilang mahal di mana pasien harus mengeluarkan dana berkisar dari Rp 750.000 sampai dengan Rp 2.500.000. Sedangkan untuk jumlah terapinya sendiri, tergantung pada jenis penyakit dan peningkatan kesehatan tubuh pasien. Biasanya terapi ini dilakukan 5 sampai 10 kali.

Jika Anda tertarik untuk menggunakan terapi ozon, tapi tidak tahu bagaimana cara memilih dokter yang tepat, ikuti tips berikut ini:

Pastikan dokter yang kamu pilih merupakan anggota resmi PERTOZI

PERTOZI atau Perhimpunan Dokter Seminat Terapi Ozon Indonesia adalah sebuah badan resmi dokter-dokter ahli terapi ozon di Indonesia. Tentunya dengan memilih dokter dari perhimpunan ini, kamu akan mendapatkan layanan yang maksimal

Cek fasilitas dan harga
Dokter ahli terapi ozon pastinya menyediakan fasilitas yang memadai. Bahkan untuk proses transfusi darah, kebanyakan peralatan yang digunakan hanya dipakai satu kali. Untuk itu, cek fasilitas yang disediakan, apakah perlengkapannya berkualitas dan memadai atau tidak. Di samping itu, cek juga harga yang ditawarkan.

Pastikan kamu tidak memilih dokter hanya karena harganya murah atau dekat dengan rumah. Sadari bahwa harga berbanding lurus dengan kualitas. Ini artinya jika kamu hanya mengeluarkan sedikit dana, maka ada kemungkinan besar untuk mendapatkan layanan dengan kualitas rendah.

Permohonan dari penulis:
Halo! Jika Anda merasa informasi diatas bermanfaat, tolong bantu di Like atau di Share ya.
Kalo Like nya udah sampe 100, saya akan bagikan info terbaru tips merawat kesehatan kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Resiko Tindik Bagian Tubuh

Kelakuan anak muda zaman sekarang memang cukup aneh dan beresiko. Hal ini mereka lakukan guna ...